Tadi siang sengaja jalan – jalan di depan Setasiun Manggarai untuk menjemput seorang sahabat dari daerah bogor. Sengaja ia menggunakan moda trans
portasi kereta api. Selain tidak macet dan murah, moda tranportasi ini juga menjamin ketepatan akan waktu. Bagi yang suka iseng, penumpang di atas kereta api pun sebenarnya cukup banyak menginspirasi.
Sepanjang pagi hingga siang ini suasana mendung, bahkan sesekali turun rintik hujan. Namun, cuaca seperti ini tentunya tak kan menggoyahkan kita dan para pemulung di manggarai untuk terus berkarya dan mengais rejeki.
Tepat di depan setasiun, saya bertemu dengan seorang sahabat, sebut saja namanya jamin. Dahulu dia adalah seorang pemulung, yang berkat keuletannya saat ini sudah naik pangkat menjadi “pengepul”. Pengepul itu bisa disebut sebagai bos nya pemulung, karena dialah pembeli barang barang hasil pulungan.
Jamin ini sekolahnya tidak sampai lulus SD. Sudah hampir 30 tahun lamanya bergelut dengan sampah ibukota. Jika ada orang yang mengaku rumahnya di Manggarai dan tak kenal dengan beliau, tentunya diragukanlah ke “manggarai” annya.
Lalu apa yang menarik dengan si Jamin ini ? Foto karung karung di atas adalah hasil karya beliau. Sebuah karung hasil inovasi ! Karung ini kalau kita cermati, memiliki panjang 250 cm dan lebar 175 cm. Karung ini tentu saja tak ada di jual di pasaran, karena memang di jahit sendiri. Karena dijahit sendiri itulah, saya sebut ini inovasi.
Karung itu hasil inovasinya berfungsinya sangat banyak, diantaranya adalah buat co loud botol aqua bekas yang sudah di bersihkan. Satu karung besar itu ternyata bisa muat botol hingga 300 kg. Dengan armada mobil engkel bak warna merahnya, ia bawa karung karung tersebut ke pabrik daur ulang dibilangan Pulo Gadung.
Jamin ini, bagi kami dan warga masyarakat Manggarai adalah inspirasi.








Topmarkotop..yg penting mo usaha jln pasti ada
Terimakasih bin matur nuwun pa lukman
What liberating knowledge. Give me lbertiy or give me death.