Seringkali pelanggan ekspedisi yang menggunakan jasa kiriman via container menjumpai barang didalam container dalam kondisi rusak atau basah ketika sampai di tujuan. Padahal ketika proses bongkar muat di pelabuhan asal, barang dalam kondisi bagus dan kering. Container sebagai sarana pengangkutnya pun secara fisik tampak dalam kondisi bagus, pintu beserta sealnya bagus dan terlihat tak mungkin bocor.
Aneh bukan ? lalu darimanakah air bisa masuk ke dalam container ?
Hal ini kerap kali terjadi, dan biasanya disebabkan oleh “container bocor”. Kebocoran container bisa disebabkan oleh banyak faktor. Penyebabnya sangat banyak dan pembahasannya ada di topik lain.
Untuk mengantisipasi besarnya kerugian akibat kerusakan barang , berikut ini adalah tata cara untuk memilih container yang baik ( dalam konteks container bocor) .
- Proses pengecekan apakah container dalam keadaan bocor atau tidak hanya bisa dilakukan siang hari. Lebih bagus jika kondisi cuaca terik panas menyengat.
- Pengecekan container tidak bisa dilakukan di malam hari.
- Dihindari untuk pengeceken container ketika cuaca mendung, karena hasil yang didapat kurang maksimal.
- Masuk kedalam container dan tutup rapat rapat pintunya, hingga kondisi didalam gelap gulita.
- Tetap bertahan didalam container walau kondisi pengab, kurang oksegen dan sangat panas untuk beberapa saat. Dalam kondisi ini baru diketahui apakah ada kebocoran container atau tidak. Jika container bocor, sekecil apapun kebocoran pasti akan terdeteksi. Apabila dalam kegelapan tersebut ada secercah sinar matahari masuk dari lobang (sekecil jarum pun), bisa dipastikan bahwa container dalam keadaan bocor.
- Apabila container dalam keadaan bagus, tidak ada kebocoransekecil apapun, maka tidak akan ada sinar matahari masuk ke dalam container.







