Pengiriman barang berupa kabel, kawat atau tali biasanya tidak dalam bentuk gulungan roll kecil, melainkan dalam satu gulungan besar yang dinamakan HASPEL. Biasanya dibuat dari bahan dasar kayu mahoni atau nangka. Ada beberapa produk lain terbuat dari plastik atau fiberglass. Produk ini seringkali di gunakan utk kabel listrik maupun kabel telekomunikasi. 
Ukurannya haspel itu bermacam macam berfariatif sangat tergantung dari berat kabel dan panjang kabel. Fokus utama dari pengemasan ini adalah untuk mempermudah proses transportasi dan bongkar muat seta keamanan produk.
Penggunaan haspel kabel akan memudahkan jasa cargo atau jasa ekspedisi untuk mendistribusikannya. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kerusakan yang diakibatkan terjadinya gesekan dan benturan dengan benda keras lain.
Sebuah haspel minimal harus dicantumkan nama produk beserta merek atau pabrikan. Jenis kabel atau material harus jelas tertera disitu. Untuk keamanan selama proses transportasi, Berat barang (gross weight – berat kotor) dan berat bersih (nett weight) serta panjang kabel mutlak dicantumkan dalam labelisasi.
Untuk beberapa kasus sering ditemua bahwa sebuah haspel bisa memiliki panjang gulungan kabel lebih dari 500 meter dan berat kotor hingga mencapai 1,100 kg.
Untuk memenuhi standar keamanan dalam proses pengiriman barang, dibutuhkan alat berupa fork lift untuk mengangkat dan menurunkan dari atas truk. Kapasitas truk yang digunakan dan daya angkut forklift yang di anjurkan sangat tergantung oleh berat kotor dari sebuah haspel. Jika kesesuaian alat tidak diperhitungkan, maka keselamatan kerja dan keamanan barang menjadi taruhannya.
Berikut ini adalah foto foto proses penurunan (bongkar muat) barang. Proses ini sangat membahayakan keselamatan pekerja dan potensi kerusakan barang sangat tinggi. Karena alasan “tak tersedia alat”, biasanya proses ini jalani.

Haspel didorong dengan tenaga manusia dari atas sebuah truk. Karena bentuk fisik haspel yang bulat seperti drum, maka dengan mudah bisa didorong atau digelontorkan. Untuk menghindari atau meminimalisir kerusakan, biasanya di bawah truk diberi landasan membal (biasanya ban bekas).
Walaupun proses seperti ini sangat tidak dianjurkan, namun di beberapa tempat (khususnya kota kecil) proses seperti ini sangat jamak digunakan

Foto disamping adalaha posisi kabel atau haspel ketika sudah berada di lantai (tanah). Proses selanjutnya adalah memindahkan kabel kabel tersebut pada posisi semestinya. Proses ini pun biasanya dilakukan secara manual, dengan tenaga manusia dan digunakan alat sederhana berupa pengungkit







