Peti kemas atau container secara sederhana diartikan sebagai sebuah peti atau kotak yang memenuhi persyaratan teknis sesuai dengan International Organization for Standardization (ISO). Digunakan sebagai sarana atau alat pengangkutan barang yang bisa digunakan diberbagai moda transportasi, umumnya moda transportasi darat (via truk dan kereta api) maupun moda transportasi laut.
Tabel berikut adalah spesifikasi teknis dasar peti kemas.
Macam macam peti kemas bisa dikelompokkan paling tidak menjadi 3, yaitu continer standard, reefers container dan specialised container.
Container standar atau peti kemas standar seringkali desebut sebagai general purpose containers. Peti kemas ini tertutup di setiap sisinya, umumnya yang digunakan adalah container 20″ (20 feet) dan 40″ (40 feet). Memang ada contaier dengan ukuran yang lebih kecil, namun sangat jarang untuk dipergunakan.
Untuk ukuran pintu, dimensi internal dan eksternal, kapasitas tonase, daya angkut, volume container termasuk ukuran setia ruasnya bisa dilihat pada tabel diatas.
Seringkali pengiriman barang membutuhkan peti kemas dengan suhu tertentu, misalkan untuk menjaga suhu beku, dingin atau hangat. Untuk itu, diciptakanlah unit pendingin dan ditempatkan di depan peti kemas. Petikemas tipe seperti inilah yang disebut dengan Reefer Container.
Udara dingin atau hangat yang dibutuhkan dipasok ke dalam peti kemas melalui sistem saluran udara yang masuk dari bawah. Udara bersirkulasi terus menerus saat unit dibutuhkan atau beroperasi. Peti kemas tipe ini sangat jamak digunakan untuk pengiriman barang berupa daging segar, sayur mayur, buah buahan atau barang lain yang membutuhkan suhu tertentu.
Specialist contaier adalah peti kemas dengan spesifikasi khusus dan dipergunakan sebagai sarana pengangkut barang barang khusus pula. Contoh dari container tipe ini adalah open top container, yaitu peti kemas yang tebuka bagian atasnya. Lainnya adalah Flat Rack Container.









