Sore ini saya dapat broadcast dari seorang sahabat di BBM (Black Berry Mssanger) group “Keep Smile”. Sebuah group lintas profesi dan usia untuk saharing informasi berkaitan dengan masalah pekerjaan dan bisnis. Komandan group adalah sebuah akun dengan nama kiky lukida.
Dalam kelompok ini ada broker property, jasa cargo, jasa traveling, importir dan banyak lagi yang lain. Walau bukanlah sebuah group besar, namun membernya cukup aktif dalam posting informasi bermanfaat dan aktual.
Disebuah “intermezzo broadcast” ada sebuah pertanyaan yang menggelitik untuk dijadikan sebuah tulisan ringan. Isi dari broadcast tersebut disadur dan diedit sedemikian rupa seperti catatan dibawah.
Ada seorang SPG (Sales Promotion Girl) produk kecantikan, sebut saja namanya kiky (maaf, bukan nama sebenarnya). Setiap pagi dan sore hari gadis ini harus melewati sebuah jembatan bambu untuk pergi dan pulang kerja di sebuah super market ternama. Dengan alasan tuntutan profesi, peraturan perusahaan memaksanya untuk selalu mengenakan rok mini setiap harinya.
Sudah hampir seminggu ia jalani profesi tersebut. Setiap hari ia mengenakan rok mini melewati jembatan bambu. Setiap kali dia melewati jembatan itu, banyak anak anak remaja berlarian kebawah jembatan.
Awalnya sih heran, namun selidik punya selidik, akhirnya si SPG sadar tentang perilaku aneh ini. Ternyata setiapkali ia melewati jembatan itu, anak anak yang berebut kebawah jembatan itu ternyata untuk “mengintip CELANA DALAM” sang SPG.
Akhir dari BBM broadcast tersebut adalah, “bagaimana caranya agar orang tidak mengintip celana dalamnya, sementara itu ia tetap bebas mengenakan rok mini dan melewati jembatan yang sama ?”
Tanpa disadari, broadcast tersebut mengundang perbincangan yang hangat diantara member. Beragam komentar yang ditulis. Ada yang memuji, sang gadis dari sisi psikologis. Yang melecehkan kewanitaan dan profesinya banyak. Yang garis keras memaki dan menjustifikasi bahwa yang bersangkutan adalah ahli neraka.
Saya coba baca dari Ratusan komentar ada disitu. Ada satu komentar yang sangat menarik untuk dicermati. pemilik akun mengatakan, “solusinya, jangan pakai celana dalam, pasti tak ada yang mau mengintip celana dalam, tapi xxxxxxxx”.
Jika dibaca dari sudut pandang sempit oleh orang orang “penggila pornografi”, memang akan menjurus pada perbuatan asusila dan pornografi.
Apakah semua orang memiliki sudut pandang yang sama ? Ternyata tidak bukan ?
Bagaimana jika fahami dari sudut pandang yang lain ? misalnya dari sudut pandang manajemen bisnis.
Pernahkah mendengar kata kata “berfikir diluar kotak ?”
Jawaban “jangan pakai celana dalam” adalah jawaban penuh kreativitas dan cara berfikir diluar kotak. Yaitu sebuah cara berfikir diluar kebiasaan orang pada umumnya.
Contoh lain berfikir diluar kotak adalah ketika Aristoteles di tahun 330 SM mengatakan bahwa “Bumi itu Bulat”
Semoga bermanfaat.







