Ingatkah kita berita tentang robohnya jembatan Kutai Kertanegara atau Jembatan Mahakam II tempo hari ?
Jembatan terpanjang di Kalimantan Timur yang menghubungkan kota Tenggarong dengan Tenggarong Seberang itu ambruk pada 26 nopember 2011, sekitar pukul 15.30 Wita atau sekitar pukul 16.00 WIB. Peristiwa itu paling tidak menewaskan sebanyak tiga orang meninggal dunia dan 17 luka-luka.
Saat ini sedang dikebut proyek pemulihan dan normalisasi jembatan tersebut. Kita berharap prosespembangunan cepat selesai, tidak ada korupsi dalam proses pembangunan infrastruktur, dan yang pasti kejadian serupa tak terulang kembali.

Foto diatas adalah KM. Al Fathir. Foto amatir hasil bidikan dari saudara Roeri Agoes yang bekerja di sebuah perusahaan freight forwarding PT. GPS – Samarinda. Kapal jenis LCT (landing Craft Thank) sedang mengangkut penumpang, barang dan mobil dengan daya angkut 3 buah mobil (kelas avanza dan sedan) dan 5 unit sepeda motor, masing masing dengan penumpangnya.
Untuk mobil spesifikasi besar seperti CDE (cold diesel engkel – empat ban), CDD (cold diesel doble – enam ban) dan fuso biasanya menggunakan tongkang yang ditarik tugboat atau kapal tunda.
Untuk menyeberang dari satu sisi ke sisi yang lainnya, pada kondisi normal dibutuhkan waktu 30 hingga 40 menit saja. Namun, disaat angin barat (angin kencang), bisa membutuhkan waktu hingga satu jam.
Kapal jenis ini saat ini sedang menjamur di daerah kutai kerta negara, semenjak runtuhnya jembatan Mahakam II. Jam operasionalnya biasanya dimulai pukul 6 pagi hingga pukul 9 malam, tergantung kebutuhan dan ada tidaknya penyewa. Tarif penyeberangan untuk mobil kelas avanza Rp. 25,000 dan sepeda motor Rp. 15,000 untuk sekali penyeberangan.
Atas dasar “emergency” dalam penantian terselesaikannya proyek jembatan, armada ini ternyata tidak memiliki ijin dari dinas yang terkait.







