Sukses adalah sebuah kata yang paling sering kita dengar dan paling diimpikan setiap manusia di dunia ini. Bahkan, jutaan orang menghalalkan segala cara untuk mendapat predikat sebagai “orang sukses”.
Menurut saya, sukses laksana sebuah jalan panjang tak berujung. Sukses adalah sebuah proses, bukan sebuah produk akhir. Ketika aktivitas seseorang hari ini lebih baik dari hari kemarin, itulah yang dimaksud dengan kesuksesan.
Gagal adalah lawan kata dari sukses. Setiap manusia berusaha sekuat mungkin untuk menghindari predikat sebagai “orang gagal”. Banyak sekali orang berbuat sesuatu dengan menghalalkan segala cara untuk menghindari stigma kegagalan pada dirinya.
Menurut saya, kegagalan adalah sebuah proses. Disaat aktivitas seseorang hari ini lebih jelek dari hari kemarin, itulah yang imaksud dengan kegagalan.
Sukses dan gagal laksana keping mata uang. Dibalik kegagalan pasti ada pelung untuk mendapatkan kesuksesan, begitu juga sebaliknya. Keduanya memiliki batas yang sangat tipis atau malah tersamar.
Ketika seseorang membuat sebuah keputusan penting dalam hidupnya. Disaat yang sama, ia investasikan seluruh aset, waktu, tenaga dan fikirannya untuk sebuah keputusan.
Jika keputusan tersebut berhasil membuat asetnya menggelembung dan stigma “orang sukses” disematkan padanya, maka orang lain akan mengatakan bahwa yang bersangkutan visioner, intuisi bisnis yang tajam, kemampuannya membaca peluang sangat bagus dan seabreg stigma positif lainnya.
Lain halnya jika keputusan tersebut membuatnya bangkrut dan stigma “orang gagal” disematkan padanya, maka orang lain akan serta merta menjustifikasinya sebagai orang tolol.
Padahal seluruh keputusan itu baik dan benar selama belum terbukti keburukan dan kesalahannya. Benar atau salah sebuah keputusan itu bersifat relatif, tergantung dari sudut pandang masing masing. Ada kegagalan dalam proses untuk mencapai kesuksesan. Itu lebih baik dibanding kesuksesan diatas jalan menuju kehancuran.







