Demi masa, sesungguhnya manusia itu dalam keadaan merugi. Kecuali orang yang dalam kesehariannya melakukan kebaikan, menebar ilmu yang bermanfaat, mencintai keluarga dengan sepenuh hati, bersabar dan saling nasehat menasehati sesamanya.
Disaat ada kemampuan untuk memperbaiki diri disetiap waktu, itu yang dinamakan sebagai orang beruntung. Kecelakaanlah yang didapat bilamana dengan bertambahnya usia bertambah pula tabiat buruknya. Bilamana tidak ada perbaikan seiring bertambahnya hari maka tergolong sebagai orang merugi.
Waktu atau masa setiap saat bergerak seiring hembusan nafas kehidupan. Sedetik yang sudah berlalu mustahil untuk diulang kembali. Gunakan kesempatan yang masih ada ini untuk berbuat yang terbaik, hingga tak ada penyesalan kelak.
Esensi waktu itu sebenarnya cuma ada tiga, yaitu hari kemarin, hari ini dan hari esok.
Kemarin adalah masa lalu sebagai memori yang indah. Apapun itu, sejarah tak mungkin dirubah dan disesali. Yang terbaik adalah menjadikannya guru pembelajaran dan pengalaman hidup untuk instropeksi.
Hari ini adalah realitas yang mesti dihadapi. Baik ataupun buruk, menyenangkan ataupun menyesakkan, hari ini harus dilalui. Hari ini sebenarnya adalah aktivitas dalam menuliskan sejarah dimasa yang akan datang.
Walau hari ini terasa sulit, tetaplah semangat dan tersenyum untuk mengisinya. Menyongsong esok yang penuh pengharapan dengan langkah tegap. Laksana pejuang yang siap ke medan pertempuran.
Untuk menghindar dari penyesalan, gunakan masa usia yang tak mungkin kembali ini sebaik mungkin. Gunakan masa muda kita sebelum tua menjelang. Gunakan kekayaan kita sebelum miskin menghampiri. Lapangkan waktu untuk berbuat baik, sebelum kesempitan waktu tiba
- demi masa
.








