Jumlah Karyawan atau Omzet ?

Ketika sedang duduk di teras pisakafe  sambil  menikmati segarnya  juz melon, saya didatangi seorang training advisor sebuah perusahaan training consultant ternama. Dari gaya bicara dan topik pembicaraan yang ia kembangkan terlihat bahwa Nina tampak seperti orang baru di bisnisnya. Namun demikian, pembicaraan informal ini penuh canda dan mengalir begitu saja. Tak ada yang spesial dari sebuah pertemuan singkat itu, semuanya biasa saja.

Setelah Nina mengajak  bertukar kartu nama, pembicaraan pun dilanjutkan ke arah perusahaan yg saya pimpin. Ada satu pertanyaan yang pastinya akan selalu  saya ingat. Nina bertanya, “pak, jumlah karyawan di perusahaan yang bapak pimpin ada berapa banyak ?”

Saya pun tercengang, tak menyangka pertanyaan itu keluar. Dengan sedikit menghela nafas Saya menjawab, “mbak, karyawan saya sedikit, cuma ada beberapa”. Lalu saya lanjutkan, “kalau kantor, saya ada hampir di seluruh pulau pulau besar di negeri ini”.

Pertanyaan yang bagi saya sulit  untuk dicerna. Apa pentingnya jumlah kantor dan jumlah karyawan untuk dijadikan topik pembicaraan ?

Bagi saya, jumlah karyawan dan jumlah kantor tidaklah penting. Sama tidak pentingnya dengan pertanyaan berapa mobil yang saya miliki, berapa sepatu yang saya miliki, dan apa merek baju yang saya kenakan. Sekali lagi bagi saya itu tidaklah penting untuk dijadikan bahan diskusi.

Saya fikir  bahwa Omzet penjualan sebuah perusahaan  jauh lebih penting dibanding jumlah karyawan bukan ?

Organisasi bisnis yang baik itu harus berpegangan pada hukum dasar ekonomi. Mengeluarkan sekecil kecilnya (baca : gaji karyawan, over head kantor, dll) untuk mendapatka yg sebesar besarnya (baca : omzet penjualan).

Sebaik baiknya bisnis dan perusahaan adalah omzet besar dengan karyawan sedikit mungkin. Jika ini terjadi, sebuah bisnis disebut memiliki organisasi yang ramping. Imbasnya dari kondisi ini adalah karyawan lebih sejahtera.

Sebaliknya jika bisnis beromzet kecil dengan jumlah karyawan banyak. Organisasi ini cenderung padat karya dan kesejahteraan karyawan bisa dipastikan rendah.

Semoga bermanfaat.

If you liked this post, say thanks by sharing it
Our Business
Follow Me
FacebookFlickrGooglePlusLinkedInTwitterYoutubeRSS
Archives
No Comments - Leave a comment

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


Welcome , today is Sunday, May 20, 2012