Menulis adalah tradisi intelektual turun temurun, yang selalu diwariskan dari generasi ke generasi selanjutnya. Selama kita masih menulis, maka akan selalu ada orang yang membacanya. Ketika tradisi menulis berhenti, maka peradaban akan kembali ke jaman jahiliah atau jaman kegelapan.
Sejarah menulis tentunya seumur dengan sejarah peradaban manusia itu sendiri, namun dalam bentuk berbeda di setiap zaman. Pada zaman pra sejarah para cerdik pandai menulis diatas batu, tulisan mereka berbentuk artifak artifak dan pahatan pahatan batu dalam bentuk ornamen.
Contoh hasil karya tradisi menulis nenek moyang kita bisa dinikmati pada artifak candi borobudur, candi prambanan dan candi candi lainnya. Selain menceriterakan tentang sejarah besar, bangunan ini pun menceriterakan teknologi yang berkembang kala itu.
Andaikan waktu itu para cerdik pandai tidak melakukan tradisi intelektualitas dalam menulis, maka saat ini kita telah terputus alur kontinuitas sejarah. kita tidak akan pernah tahu apa yang terjadi pada masa itu. Yang tertinggal hanyalah mitos yang tak bisa dibuktikan kebenarannya.
Sesuai perkembangan zaman, tradisi menulis pun mengalami pergeseran. Kita pernah mengenal tradisi menulis diatas daun lontar. Kita pernah mengenal tradisi menulis diatas kulit binatang. Kita pernah mengenal tradisi menulis diatas batu sabak. Saat ini kita sedang menjalani tradisi menulis diatas kertas.
Tak lama lagi, tradisi menulis diatas kertas akan segera ditinggalkan. Era internet dan dunia maya segera memasuki babak baru untuk menggantikan tradisi yang semakin usang.
Selamat datang era baru !







