Judul artikel ini adalah sebuah pertanyaan yang nampak sulit untuk dijawab apalagi dilaksanakan. akan tetapi benarkah demikian ?
Misi sebuah perusahaan dimanapun tempat di muka bumi ini tentunya sama yaitu mencetak sebanyak mungkin keuntungan. Tak mungkin sebuah perusahaan dibangun untuk mencetak kerugian. Impossible !
Prinsip dasar perusahaan atau bisnis tak bisa lepas dari hukum dasar ekonomi yaitu pengeluaran sekecil kecilnya (baca : investasi) dan mengharap keuntungan yang sebesar besarnya. Berkembang tidaknya sebuah usaha sangat tergantung pada hukum ini. Jika keuntungan berlipat maka perusahaan maju, begitu sebaliknya.
Pelanggan dan penyedia jasa tentunya memiliki konsep dan cara pandang yang berbeda dalam mengambil keputusan. Misalkan dalam menentukan rekanan, paling tidak ada empat faktor yang dipakai sebagai acuan pelanggan.
- Menurunkan biaya belanja barang dan jasa.
- Menaikkan keuntungan perusahaan sebagai akibat langsung dari penurunan biaya belanja.
- Menimbang dan memilah azas manfaat dan kebutuhan barang dan jasa.
- Mensuport bisnis pelanggan untuk menaikkan keuntungan.
Agar sebuah perusahaan dipilih sebagai rekanan pelanggan, keempat faktor diatas bisa menjadi rujukan. Adapun hal yang harus dilakukan diantaranya adalah :
- Memberikan “low cost” pada pelanggan sehingga mereka mendapat keuntungan finansial secara langsung. Biaya murah secara langsung akan menurunkan anggaran belanja barang dan jasa mereka. Itu berarti memberikan keuntungan lebih pada pelanggam.
- Walaupun berbiaya murah, pelayanan yang diberikan harus “high quality”. Sehingga pelanggan mendapat manfaat darinya.
- Pelayanan yang kita berikan mesti mensupport atau menyelesaikan sebagian problem pelanggan.
Ketiga hal tersebut jika mampu dilaksanakan secara konsisten, kepercayaan dan kepuasan pelanggan “maksimum”. Salah satu implikasi kepuasan pelanggan adalah kepuasan dan kontinuitas bisnis.
Lalu bagaimana sebenarnya kehendak Tuhan terhadap sebuah bisnis ?
Ada pendapat orang suci mengatakan “sebaik baik manusia adalah yang bermanfaat pada orang lain”. Dalam perusahaan yang bersandar pada nilai nilai ke Tuhanan pun sama, “sebaik baik perusahaan adalah yang bermanfaat pada perusahaan lain”. Hal ini tentunya bermakna filosofis yang dalam, bolehlah untuk direnungkan bersama.
Jika perusahaan bermanfaat buat perusahaan lain (baca : pelanggan), tentunya pelanggan akan datang dengan sendirinya. Bertebaran dimuka bumi dengan menebar manfaat, maka perusahaan akan tumbuh kembang dengan sendirinya.







